Macam - macam Perbuatan Sihir

Macam - macam perbuatan sihir

Artikel ringkas ini menjelaskan jenis-jenis sihir yang kerap disebut dalam literatur Islam, siapa pelakunya, akibatnya, dalil-dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah (yang shahih) beserta terjemahan, dan contoh dalil yang lemah/palsu. Setiap dalil shahih tampil dalam blok ber-latar gradasi biru→putih; contoh dalil lemah/palsu tampil pada blok merah→putih. Di bagian akhir disertakan referensi untuk verifikasi.


Ringkasan singkat

Sihir (sihr) adalah usaha memperoleh efek gaib (mantera, jimat, pemanggilan jin, dsb.) dengan tujuan mengendalikan atau merugikan manusia. Islam mengecam praktik ini, menganjurkan tawakkal, ruqyah syar'iyyah (bacaan perlindungan), dan menjauhi tukang sihir/peramal.


Jenis-jenis sihir dan pelakunya

  • Sihir pemisah — menyebabkan retaknya rumah tangga; pelaku: tukang sihir atau orang yang menyuruh melakukan sihir.
  • Sihir cinta / pengikat cinta — berupaya 'mengikat' perasaan; pelaku: pembuat jimat, perantara jin.
  • Sihir penyakit / gangguan — menimbulkan sakit, kebingungan, gangguan jiwa; pelaku: tukang sihir yang memanfaatkan jin.
  • Ramalan & perdukunan — mencari hal ghaib/masa depan; pelaku: peramal/dukun dan yang meminta ramalan.
  • Jimat, tulisan, talisman — penggunaan benda bertuah; pelaku: pembuat jimat atau orang yang mempercayainya.
  • Sihir dengan jin — pemanggilan atau pemanfaatan jin untuk melaksanakan kehendak manusia.

Dalil dari Al-Qur'an (shahih)

Al-Baqarah (2):102 — (terjemahan ringkas)

"Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa pemerintahan Sulaiman. Sulaiman tidaklah kafir; tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di Babil, Harut dan Marut. Namun keduanya tidak mengajarkan kepada seseorang sebelum mengatakan, 'Sesungguhnya kami hanya cobaan; maka janganlah kamu kufur.' Dan mereka mempelajari dari keduanya apa yang memisahkan antara seorang suami dan istrinya..." (al-Baqarah:102)

Keterangan: ayat ini menyebut praktik sihir yang nyata (termasuk memisahkan suami-istri) dan menegaskan sifatnya sebagai fitnah/ujian—oleh karena itu Islam memperingatkan terhadapnya.


Dalil dari As-Sunnah (hadits shahih)

Sahih Muslim — Larangan pergi kepada peramal

"Barangsiapa pergi kepada seorang peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam." (ringkasan hadits shahih mengenai larangan mengandalkan peramal)

Sahih al-Bukhari — Peristiwa sihir terhadap Nabi ﷺ (ringkasan)

Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Nabi ﷺ pernah terkena efek sihir sehingga merasakan sesuatu yang tidak sesuai kenyataan; kemudian beliau diberi petunjuk bagaimana penyembuhan dan penanganannya (termasuk bacaan perlindungan/ruqyah syar'iyyah).

Implikasi: (1) sihir diakui sebagai realitas yang dapat mempengaruhi manusia; (2) Islam melarang mencari pertolongan dari peramal; (3) penanganan yang diajarkan adalah ruqyah syar'iyyah, doa, dzikir, dan tawakkal kepada Allah.


Praktik pencegahan & penanggulangan menurut Sunnah

  • Membaca Ayat Kursi (al-Baqarah:255), Al-Falaq & An-Nas sebagai ruqyah syar'iyyah.
  • Memperbanyak dzikir, istighfar, dan memperbaiki tauhid serta ibadah.
  • Menjauhi tukang sihir/peramal; bila perlu minta bantuan ulama terpercaya untuk ruqyah yang sahih.

Contoh dalil lemah / palsu (HARUS DIWASPADAI)

Contoh narasi palsu / mawḍūʿ

Beberapa teks yang beredar menyatakan hadits yang 'menganjurkan belajar sihir tetapi tidak mengamalkannya'. Kajian para ahli hadits menunjukkan riwayat semacam ini termasuk palsu (mawḍūʿ) dan tidak boleh dijadikan rujukan.

Catatan penting

  • Sihir nyata dan berbahaya—Al-Qur'an & Sunnah memberi peringatan tegas.
  • Jauhi praktik perdukunan & peramal; penanganan syar'i (ruqyah, dzikir, doa) yang dianjurkan.
  • Periksa keshahihan hadits sebelum menjadikannya hujjah; waspadai narasi palsu yang beredar.

Sumber & rujukan (verifikasi lebih lanjut)



Anchors: Macam-macam · Jenis · Dalil Qur'an · Dalil Hadits · Dalil Lemah · Sumber

Sihir Merupakan Dosa Besar — Dalil Lengkap dari Al-Qur’an & As-Sunnah

Sihir termasuk salah satu dosa besar (kabā’ir) dalam Islam. Ia bahkan dapat menyebabkan kekufuran bila diyakini memiliki kekuatan selain Allah. Berikut dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menjelaskan besarnya dosa ini, disertai penjelasan ulama salaf dan sumber rujukannya.

📖 Dalil dari Al-Qur’an

Surah Al-Baqarah ayat 102

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـٰكِنَّ ٱلشَّيَـٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ ...

Artinya: “Dan Sulaiman tidak kafir, tetapi syaitan-syaitanlah yang kafir; mereka mengajarkan sihir kepada manusia...” (QS. Al-Baqarah: 102)

Ayat ini menegaskan bahwa mengajarkan dan mempelajari sihir adalah kekufuran, sebagaimana perbuatan setan yang disebut kafir karena mengajarkan sihir.

📜 Dalil dari Hadits Shahih

Sahih al-Bukhari & Sahih Muslim

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ ...

Artinya: “Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan.” Para sahabat bertanya, “Apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “(1) Syirik kepada Allah, (2) Sihir, (3) Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, ...” (HR. al-Bukhari no. 2766, Muslim no. 89)

Hadits ini menunjukkan bahwa sihir termasuk dalam tujuh dosa besar yang membinasakan (al-mubiqat), ditempatkan langsung setelah syirik.

💬 Penjelasan Ulama Salaf

Imam Ibnu Qudamah رحمه الله dalam Al-Mughni (10/104)

“Belajar sihir dan mengajarkannya adalah kekufuran, karena tidaklah seseorang bisa mempelajari sihir kecuali dengan cara mendekat kepada setan dan menaati mereka. Dan itu adalah kekufuran.”

Imam An-Nawawi رحمه الله dalam Syarh Muslim

“Para ulama bersepakat bahwa sihir diharamkan dan termasuk dosa besar. Sebagian besar ulama menyatakan bahwa pelaku sihir yang meyakini kebolehannya adalah kafir.”

⚠️ Kesimpulan

  • Sihir termasuk dosa besar (kabirah) yang disebut setelah syirik dalam hadits shahih.
  • Jika disertai keyakinan terhadap kekuatan selain Allah, maka termasuk kekufuran (murtad).
  • Pelaku sihir wajib bertaubat dengan sungguh-sungguh dan meninggalkan perbuatannya.
  • Islam memerintahkan perlindungan dengan doa, dzikir, dan ruqyah syar'iyyah dari segala bentuk sihir dan perdukunan.

🔗 Sumber Rujukan Lengkap

Semoga Allah melindungi kita dari segala bentuk sihir, perdukunan, dan perbuatan yang mengandung kesyirikan. Aamiin.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak